Thursday, March 28, 2019

ETIKA DAGANG ANTARA AMERIKA DAN CHINA


A.        STRATEGI AMERIKA MENGUASAI EKONOMI DUNIA
            Untuk mewujudkan strategi ekonominya ini, AS berupaya mem­perlemah dan memperlambat gerak pasar bersama Eropa dengan mem­bentuk blok-blok perdagangan baru, menghidupkan kesepakatan-kesepakatan lama dan mengaktifkannya kembali, mendirikan NAFTA beranggota Kanada, AS, dan Meksiko serta, membentuk APEC. Pada bulan Nopember 1992, atas seruan Presiden Clinton, telah diadakan pertemuan puncak untuk membentuk organisasi kerja­sama ekonomi bagi negara-negara Asia Pasifik itu (APEC).
            AS melakukan itu untuk mengacaukan stabilitas Eropa, sebab sudah menjadi aksioma politik yang tak bisa dibantah lagi, bahwa suatu orientasi ekonomi tak akan dapat berjalan stabil kecuali bila didukung oleh stabilitas politik yang mantap pula. AS mempunyai beberapa alasan untuk itu; AS melihat bahwa Uni Eropa merupakan saingan kuat untuk menantang dan menyaingi AS di bidang ekonomi. Alasan-alasan AS itu adalah :
1.      Kesatuan Eropa secara politik dan ekonomi hampir terwujud.
2.      Eropa memiliki kemampuan bersaing di bidang perdagangan, sebab Eropa mempunyai kemampuan tinggi dalam produksi barang dan jasa.
3.      Setelah berakhirnya perang dingin dan hancurnya Uni Soviet, lenyaplah momok komunisme yang sebelumnya digunakan AS untuk mengancam Eropa. Eropa seluruhnya lalu berkonsentrasi dan bersiap-siap dengan serius untuk terjun ke dalam kancah ekonomi internasional. Di antara persiapan Eropa nampak dari fakta bahwa seluruh Eropa yang merupakan negara-negara industri yang produktif telah menghilangkan hambatan bea masuk di antara mereka, membuka tapal batas negara masing-masing untuk memudahkan perpindahan tenaga kerja, dan berusaha mewujudkan kesatuan mata uang.
            Negara-negara anggota APEC tersebut menguasai 40% dari keseluruhan volume perdagangan dunia, sekaligus merupakan pasar yang jumlah konsumennya mencapai lebih dari 1 milyar jiwa. GATT sebelumnya telah melakukan pembahasan khusus seputar hal ini.
            Dari seluruh penjelasan tersebut, nampak bahwa AS telah berhasil mencapai target-targetnya untuk merealisasikan prinsip-prinsip yang menjadi landasan ekonominya. AS nampak terus mengembangkan dan membangunnya hingga stabil dan mantap, bahkan menjadikan prinsip-prinsipnya itu sebagai realitas global yang tak bisa dihindari lagi.
            Sesungguhnya, dalam ide-ide kapitalisme itu sendiri terdapat unsur-unsur yang saling memusnahkan satu sama lain. Benih kehancurannya pun secara inheren terdapat dalam asas dan landasan peradabannya. Hal itu karena telah menjadikan imperialisme sebagai thariqah (metode) penyebaran peradaban Barat ini. Sedang cara-cara untuk mewujudkan tujuan-tujuan adalah saling bersaing, saling mendominasi, dan saling menguasai.
            Di samping itu, mereka pun senantiasa menilai perbuatan manusia dengan tolok ukur manfaat, yang mereka anggap sebagai tolok ukur hakiki. Atas dasar tolok ukur ini, penganut peradaban ini harus terus menjadi penindas bagi pihak lain serta harus saling mendominasi dan bersaing satu sama lain. Pada gilirannya, kapitalisme ini suatu saat nantinya juga akan runtuh dari dalam secara tragis, sebagaimana sosialisme sebelumnya juga telah runtuh dengan cara yang seperti itu.
            Pemusnahan dan pencerabutan pandangan hidup Barat itu harus dilakukan dengan menerapkan pandangan hidup Islam secara nyata, dengan menjadikan Aqidah Islamiyah –termasuk seluruh hukum-hukum yang terpancar darinya dan ide-ide yang dibangun di atasnya– sebagai metode pemecahan terhadap seluruh problem manusia dan pengatur segala urusan mereka.
Secara lebih rinci, pemecahan problem tersebut harus meliputi pula hal-hal berikut:
1.      Kembali kepada sistem mata uang emas secara internasional.
2.      Memberikan batasan-batasan terhadap kebebasan ekonomi dan kebebasan pemilikan, serta menjelaskan kekejaman dan keharaman penipuan, penimbunan, dan riba.
3.      Menjelaskan bahaya kelompok-kelompok internasional, baik yang berbentuk pakta-pakta militer maupun yang berbentuk blok-blok perdagangan.
4.      Mengundurkan diri dari PBB dan seluruh organisasi-organisa­sinya, serta menjelaskan bahwa PBB adalah alat AS untuk memaksa­kan legalitas adanya dominasi yang kuat atas yang lemah, dan penindasan yang kaya atas yang miskin.



B.        STRATEGI CHINA MENGUASAI EKONOMI DUNIA
            Terjun ke dunia usaha memang memiliki semangat tersendiri. Anda bisa saja berpikir bahwa usaha merupakan hal mudah yang bisa Anda jalankan. Ya, berinvestasi pada sektor riil seperti usaha memanglah tidak mudah. Namun, jika dijalankan dengan baik maka investasi ini akan memberikan keuntungan yang berlipat. OIeh sebab itu, jika Anda berpikir tentang investasi mudah, Anda justru akan menjauhi bisnis dan lebih memilih investasi mudah dan aman seperti menabung atau membeli tanah.
a.      Alasan mengapa China mahir berdagang

1.      Belajar berbisnis sejak kecil
            Jika Anda perhatikan ketika memasuki toko orang Cina, maka Anda bisa melihat ada beberapa anggota keluarga yang terlibat disana termasuk anak-anak kecil. Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa mulai terbiasa dengan dunia bisnis sehingga jiwa wirausaha akan terbentuk sejak kecil. Selain itu, cara ini juga bermaksud agar anak-anak lebih bisa menghargai uang serta lebih bijak dalam mengelola atau menggunakannya.
2.      Bijak Mengelola Uang
            Banyak yang beranggapan bahwa orang Cina itu terkenal pelit atau sulit mengeluarkan uang bahkan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Ini dikarenakan mereka selalu menegaskan akan pentingnya hidup sederhana dan hemat. Mereka akan memenuhi kebutuhan pokok dan dengan mudah meninggalkan kepentingan lain hanya untuk gengsi atau gaya hidup. Anda bisa memulai dengan menyisihkan uang sebesar 10-20% secara rutin dari total penghasilan.
3.      Berpikir Jauh Untuk Masa Depannya
            Orang Cina paling takut dengan ketidakpastian di masa depan. Oleh sebab itu, mereka akan selalu mempersiapkannya sedini mungkin. Mereka akan terus berusaha untuk membuat masa depannya lebih baik. Kerja keras, berpikir jauh kedepan, konsisten dan terus pada track yang sudah direncanakan tentunya akan memberikan hasil yang menggembirakan.
4.      Perputaran uang lebih penting dari untung yang besar
            Salah satu yang paling terkenal dari pebisnis Cina adalah harga yang ditawarkan lebih murah. Tentu, Anda akan bertanya, akan dapat untung dari mana jika harganya murah. Inilah bedanya. Orang Cina tidak akan mementingkan untung yang besar yang berakibat pada tingginya harga yang dipatok dan lemahnya dalam persaingan. Mereka akan lebih memilih memutarkan terus uang mereka walau keuntungan yang didapat kecil. Ketika uang terus berputar, maka sedikit demi sedikit kerajaan bisnis akan terbentuk.
5.      Tidak berhutang
            Orang Cina beranggapan bahwa hutang itu adalah aib. Mereka akan selalu sebisa mungkin menghindari hutang dengan terus bekerja keras walau harus bersusah payah. Mereka akan meminjam hutang ketika keadaan sudah tidak bisa ditolerir lagi. Dana segar akan mereka ambil ketika mereka sudah menjalankan semua hal yang bisa dilakukan tapi keadaan belum juga berubah.
6.      Negosiasi untuk dapatkan harga terbaik
            Negosiasi atau tawar menawar adalah hal penting untuk dilakukan dalam dunia bisnis. Orang Cina akan melakukan penawaran untuk mendapatkan harga terbaik karena mereka tahu harga yang akan dijual kembali juga murah. Selain itu, harga terbaik tentunya akan memberikan keuntungan tanpa harus menaikkan harga terlalu tinggi sesuai dengan point sebelumnya bahwa mereka lebih mementingkan perputaran uang.
7.      Berikan yang terbaik untuk orang tua dan guru
            Seakan tidak ada hubungannya dengan poin-poin sebelumnya. Namun, untuk menjadi kaya, maka dibutuhkan mental yang siap kaya. Mental ini harus dibangun dengan cara memuliakan orang tua serta guru. Oleh sebab itu, orang Cina juga akan selalu menghormati orang tua dan gurunya walau mereka sudah sukses. Karena kesuksesan bukan dilihat dari jumlah uang tapi juga kedamaian dan ketenangan hati dan pikiran.
b.      Tindakan strategis yang diterapkan
            Salah satu tujuan ekspor, pada awalnya,  adalah untuk menyediakan cadangan valuta asing yang diperlukan untuk mengimpor mesin dan tehnologi dalam rangka memodernisir perekonomiannya, di samping untuk membiayai bahan bakar atau bahan mentah lainnya. Komponen impor umumnya didominasi oleh peralatan dan mesin-mesin, tetapi pada tahun-tahun belakangan ini, permesinan yang diimpor mengandung tehnologi yang lebih tinggi.
            Dewasa ini, produk yang dijual Cina pada dasarnya adalah produk konsumen, seperti sepatu, mainan anak-anak, pakaian, CVD player,komputer desktop, telepon genggam, televisi, stereo mobil, dan lain sebagainya. Walaupun barang-barang ekspor menunjukkan kandungan tehnologi yang lebih tinggi, seperti komputer dan lainnya, namun masih dalam kategori produk konsumen. Cina sudah mulai memproduksi mobil, seperti Geely, tetapi masih dalam tahap penetrasi pasar awal. Namun, secara umum, dapat disimpulkan barang-barang yang diekspor telah bergerak dari barang-barang yang mengandung sumber daya dan tenaga kerja yang intensif, bernilai tambah rendah, dan bertehnologi rendah, ke arah barang-barang yang mengandung tehnologi dan bernilai tambah yang lebih tinggi.
            Pasar yang dituju pada mulanya adalah pasar terbawah pasar global, kemudian bergerak ke negara maju. Kemudian, pasar yang diprioritaskan adalah Afrika, Timur Tengah, Asia, dan penekannya pada Amerika mulai berkurang. Pendekatan seperti ini juga menguntungkan negara lain dan masyarakatnya sebagai mitra dagang Cina. Mereka dapat memperoleh barang yang murah dan berkualitas, karena mereka tidak dapat memproduksinya dengan hasil dan harga seperti itu. Jalur distribusi di negara mitra juga diuntungkan dengan kemungkinan perolehan keuntungan yang lebih baik. Amerika, contohnya, akan kehilangan barang-barang konsumen yang diperlukan oleh masyarakatnya, jika pemerintahannya melarang masuknya barang Cina. Barang-barang seperti itu tidak lagi dapat diproduksi di Amerika, karena biaya buruh yang lebih tinggi, dengan etos kerja yang telah melemah, dan jam kerja yang dibatasi pula oleh buruh Amerika itu sendiri.
Strategi menjual dengan harga murah tetapi barang yang berkualitas menggambarkan kekuatan tenaga kerja Cina yang berjumlah besar, tetapi dengan keahlian dan produktivitas yang tinggi. Karena faktor ini bersifat endogen dalam masyarakat Cina, yang telah bersifat turun menurun, maka sulit bagi masyarakat non Cina untuk menandinginya.
Unsur pokok dalam strategi bisnis china yaitu:
1.      Kemampuan memproduksi barang -barang dengan harga yang murah dan berkualitas adalah unsur stategis utama yang dimiliki dan digunakan Cina dalam berdagang di pasar domestik dan internasional. Unsur ini bersifat inheren, atau telah berakar pada budaya Cina, dan telah dianut selama ribuan tahun, serta masih diterapkan sampai sekarang. Daya tarik ini terletak pada kualitas tenaga kerja yang produktif, dan kepastian hukum yang baik, yang terlihat dari rule of law yang diterapkan oleh permerintah Cina.
2.      Reciprocal strategy, atau strategi timbal balik, juga dilakukan. Cina menanamkan modalnya di negara seperti Afrika, Brasil, Venezuela, dengan harapan secara timbal balik dapat memastikan pasokan bahan baku, terutama bahan bakar minyak yang diperlukan di dalam negeri. Hal yang sama juga tampak dari tindakan Cina memberikan pembiayaan kepada Amerika; dan timbal baliknya adalah bahwa Amerika tetap membuka pasarnya untuk barang-barang Cina.
3.      Cina juga mempertimbangkan kekuatan politik jangka panjang suatu negara, terhadap kelangsungan hubungan dagang dengan Cina. Strategi ini dilandasi dengan prinsip damai yang menghargai kedaulatan negara mitra dagang. Stategi ini digunakan dalam rangka menjamin tidak saja pasar yang terbuka bagi produk Cina di negara-negara tersebut, tetapi juga untuk mengamankan pasokan sumber bahan baku dan bahan bakar minyak yang diperlukan.
4.      Cina menjual barang-barang yang laku di pasar internasional, dan di negara yang tidak dapat memproduksi barang yang sama dengan harga yang lebih murah. Pada awalnya kebanyakan barang yang dipasarkan itu merupakan barang konsumen dengan mengandung tehnologi dan bernilai tambah rendah; namun, dalam hal yang terakhir ini telah bergerak pada barang dengan kandungan tehnologi dan bernilai tambah yang lebih tinggi. Hal ini merupakan suatu langkah untuk untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar yang berlaku pada waktu tertentu.
                                                                                          




No comments:

Post a Comment